Powered by Blogger.

True Friendship

True friendship never fades away. In fact, it grows better with time. True friendship thrives on trust, inspiration and comfort. Best friends come to know, when the other person is in trouble, merely by listening to their "Hello" over the phone. They can even understand each other's silence.
RSS
Post Icon

Makanan Manusia Untuk Kucing Bisa Mematikan

Makanan kucing bisa fatal dalam beberapa kasus, sangat berbahaya pada orang lain, tergantung pada apa yang mereka makan. Ada kesalahpahaman bahwa kucing sangat pilih-pilih, dan beberapa masih bisa makan apa yang Anda berikan them.Be berhati-hati untuk memberi makan kucing memo meja karena harfiah dapat membunuh. makanan manusia terlalu kaya untuk feline.If Anda memikirkan sesuatu yang serius dan telah melakukan kesalahan besar dan hewan peliharaan Anda dapat keracunan atau masalah serius, Hewan Nasional Poison Control Center adalah nomor 888-252 Hijau, 7387.Kucing memiliki satu set unik persyaratan gizi dan makan memo tabel bisa sangat mudah untuk membayar saldo dan ditempatkan dalam situasi bahaya fana.
Kucing membutuhkan protein, alamat, vitamin A dan C, niacin, asam pantotenat dan asam amino healthy.Arcachidonic arcachidonic tetap merupakan asam lemak esensial untuk keseimbangan kimia kucing Anda dan memainkan peran penting dalam konversi energi lemak tetapi kucing Anda tidak dapat menghasilkan. Oleh karena itu, makanan yang mereka konsumsi, dan sumber utama asam lemak esensial adalah binatang fat.Another arginindan, asam amino yang tidak dapat menghasilkan. Asam amino ini sangat penting untuk menghilangkan protein limbah dan bahkan cacat sedikit pun dapat terjadi pada kucing Anda risiko.
Hal ini juga penting untuk produksi ornithine, yang mengikat amonia yang dihasilkan dari degradasi protein. Jika dalam diet mereka, tingkat amonia lokus kontrol dan membunuh Makanan cat.Deadly: Alkohol: Alkohol dan minuman beralkohol dapat menyebabkan stress pada kucing Anda, menyebabkan gagal jantung lambat, pernapasan penangkapan dan kematian. Alkohol, bahkan dalam jumlah kecil sangat beracun bagi kucing Anda. Berhati-hatilah dengan alkohol, minuman termasuk campuran terasa hangat untuk cat.Chocolate Anda: Semua pemilik hewan peliharaan telah mendengar toksisitas coklat pada anjing, tetapi masih berbahaya untuk kucing, hanya karena mereka jauh lebih kecil .
Teobromin, sangat kuat dalam oven coklat adalah racun bagi kucing Anda. Kucing tidak terlalu suka bau coklat, tapi aku selalu penasaran, dan anak-anak berpikir itu menyenangkan, sebenarnya dapat them.Chocolate keracunan segera mengurangi atau menghentikan aliran darah ke otak dan menyebabkan serangan jantung langsung atau litani lain yang berpotensi fatal medis Tulang Makanan conditions.Dangerous: kucing Anda adalah anjing, dan tidak boleh diberi makan tulang, yang tak tersembuhkan, tapi ada hukuman mati potensi. Tulang kecil sangat berbahaya karena mereka bisa mengelupas dan memotong di dalam mulut atau tenggorokan kucing, atau lebih buruk, tertangkap dan tersedak hewan peliharaan Anda sampai mati. Mereka juga dapat menyebabkan luka dan lecet di lambung dan usus gejala gusi bahwa kucing Anda mungkin tersedak atau systems.The, yang tiba-tiba muncul kebiruan, parut dan prances di wajah mereka. Mereka tidak bisa bernapas. Pastikan kucing anda tidak bones.Coffee dasar atau kacang: kopi dapat juga toksisitas kafein dalam kucing Anda. Gejala tersebut sangat mirip dengan coklat dan bagaimana mengancam.
Alpukat: Kebanyakan kucing akan tertarik oleh bau pengacara. beracun untuk Dan 'kucing dewan kata Persin. Ini asam lemak dan sifatnya, serangan kucing. Gejala-gejala untuk melihat bahwa pengacara yang menelan, kesulitan bernafas, akumulasi air di perut dan dada. Gejala ini juga dapat berkontribusi untuk akumulasi cairan di sekitar jantung karung makanan threatening.Dangerous: telur mentah, telur dimasak tidak berbahaya, tapi telur mentah mengandung protein yang disebut biotin avidin yang dapat membunuh kucing Anda ke dalam tubuh.

click here to source page

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Cat Minyakkk!!!

hai kawaaan, aku post lagi nih, lagi bosen banget soalnya,

Masa liburan aku ga kemana-mana coba, mana liburnya seminggu, harusnya kan bisa dimanfaatin buat refreshing, eh ini malah sibuk latian tari yang ga pernah serius. Uuuuhh kesyeeelll!!!

Ok, untuk mengatasi rasa bosanku temanku Widya, yang baru saja berulangtahun 22 April ngajak aku nginep dirumahnya katanya dia ga ada temen sekalian juga ngajak Herna temen deket aku sama Widya juga. Kita disana gilagilaan lah, dari mulai nonton film horor (paranormal activity, walaupun udah nonton tapi kan lebih seru dan menegangkan kalo bareng temen yang takut setengah mati sama film horor yaitu Herna hahaha), eeehhh tapi sayangnya Herna bisa dateng jam 5, mana keburu coba. Kenapa??? karena aku juga sih sebenernya takut sama film horor jadi yaaaa ogah deh kalo nontonnya malem hiiiiih.

Jadinya aku cuman nonton berdua doang sama Widya. Pukul 5 lewat 40 menit Herna pun datang, ngaret lagi hahaah bercanda naaaa. sebelumnya tuh aku juga sempet nonton film yang rame bangeeet lho Nanny McPhee 2 gila seru abiizzzzz lah. Dan kita bisa mengembil banyak amanat dari film itu (so bijak!! hahaha kali-kali)

Tepat pukul 8 kita mulai menggila hahaha, kita maen cat minyak, awalnya sih buat ngerjain tugas PLH aku sama Widya buat daur ulang, tapi lama2 kita bosen juga, ahirnya aku sama herna bikin lukisan gitu deh yang tulisannya Happy Birthday Widya, lucu banget lo, sayang aku ga bisa ngelampirin fotonya aku ga sempet moto, lupa haha. Pokonya udah ga berbentuk lah muka sama tangan kita , terutama herna, nyampe muka aja dilukis coba dasarr ya diaa.
Alhasil kita susah payah berusaha menghilangkan noda cat minyak untungnya aku sempet ganti baju dulu pake baju tidur, jadi ga belepotan, hahaha. Tapi kita susah banget tuh bersihin kuas sama paletnya(eh, apasih namanya, yaaaa itulah yang buat nyimpen catnya, aku juga lupa lagi namanya), udah pake sabun, pake tiner pun belom juga berhasil, bahkan sampe detik ini pun belom bersih, maaf ya wid, hehehe.

Aku tidur duluan sekitar jam 11an soalnya udah ngantuk berat banget niiih, gatau mereka pada tidur jam berapa.

Esoknya aku sama Widya harus bergegas kembali untuk pergi latihan tari kelas kita untuk mempersiapkan penampilan kita di pagelaran seni nanti. Sedangkan herna harus pergi ke Dago, yaudah kita pergi bareng aj,

Eh sesampainya di tempat latihan kita cuman menemukan 4 orang temen kelas kita + pelatih so pasti, padahal kita udah hampir telat setengah jam looo. Beginilah, setiap latihan pasti ga pernah dianggap serius, kapaaaaan yaaa kelompok tari aku menganggap serius terhadap pagelaran aneehhh!!, selalu ada yang ga dateng, aku juga pernah sih ga dateng, tapi ga nyampe tiap latihan ampir ga dateng kan, gimana bisa kompak coba, ya sudahlah, topik kita bukan itu ko

Pokonya aku bisa mengatasi rasa bosan aku yang udah stadium 4 ini(lebe) , walau sedikit. sih

oia aku punya tugas biologi, yaudah segini aja, nanti aku terusin dadaaah, makasih buat yang mau baca, walau pasti gakan ada yang mau baca, gada kerjaan itu namanya, tapi yang udah mau meluangkan waktunya buat baca makasih banget.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Sahabat Lama

Tertanggal, 7 April 2011…….

haiii guys , hari ini aku seneeeeng banget, tau ga yaaaaa
Aku ketemu sahabat aku waktu sd, udah lama banget aku pengen ketemu sama dia. Anaknya cantik, putih, baik , pinter ramah perfect lah. Bayangin hampir 5 taun kita lost contact, dan sekarang bisa tatap muka langsung. Seneeeng banget lah.
Tapi ni ya sayangnya kita ga bisa ketemu lama soalnya kita ketemunya ga di waktu yang tepat sih. Alhasil kita cuman tukeran nomor hp aja. Jaman udah maju gitu loohhh, ya dengan nomor hp kan kita bisa saling menghubungi tanpa batas termasuk nanyain alamat yang bisa aku Contact di dumay, takutnya kan nanti dia ganti nomor ato gimana yaaa, berabe juga kan kalo lost contact lagi.

Kebetulan nih ya seminggu setelah kita ketemu itu, sd kita ngadain reunian , katanya sih foto bareng sama maen gitu acaranya. Nah, aku pikir, ini kan kesempatan emas nih buat bisa ketemu lagi sama dia. Soalnya waktu reunian pertama, aku ngareeeppp banget dia dateng eh ternyata ga ada. sediiiiihhhh :((((

Aku semanget banget loh nyiapin segalanya buat acara reunian nanti. Pokonya udah ga sabar lah, ga sabar banget.

Tapi sayangnya aku ga bisa dateng padahal aku udah nunggu waktu yang jarang ini. Gara-gara suatu hal yang ga jauh lebih penting dari ketemu sama sahabat lamaku yang kurindu(cieilaaah). Akhirnya aku cuman bisa gigit jari denger cerita seru dari dia tentang acara reuniannya :((, oia tapi dari mulai situ aku sering sms-an sama yman sama dia. Ga terlaluu sering juga kali yaa, cuman setidaknya udah mulai saling menghubungi haha.

Sekarang, aku udah tau alamat rumahnya, ymnya, twitternya, jdikan gakan lost contact lagi. yaaaa buat sahabat lamaku yang kurindu aku punya lagu buat kamu. Sahabat lama-nya Humania, cocok banget lah buat cerita aku yang satu ini check it out :))))

Sahabat Lama
oleh: Humania

Cerita, terdengar membawa berita
kabar tiba malam bahagia
Malam pertemuan kita
t'lah lama
sejak kita dulu berjumpa
Masa-masa yang tak terlupa
tibalah waktunya

Malam ini takkan pernah terlupa
tatap muka dengan sahabat lama
Betapa rasa hati bahagia
penuh canda, tawa, cerita
dengan hangatnya suasana

Ketika, genggam tangan
erat terasa
Kita berpisah sekian lama
kini kita jumpa jua
T'lah lama
sejak dulu kita berjumpa
Kini lain sudah terasa
Kau s'makin dewasa
ya...kau s'makin dewasa

Malam ini takkan pernah terduga
tatap muka dengan sahabat lama
Betapa rasa hati bahagia
penuh canda, tawa, cerita
dengan hangatnya suasana

Gimana?? cocok kaaaaan,, aku tunggu ya coment dari kalian , makasih buat yang mau baca yaa
thanks very much :*

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Cerpen Sahabat

ini cerpen yg aku bikin pas ada tugas b.indonesia dari bu tanti, guru bahasa indonesia terbaik yang pernah aku punya, miss you bu, aku persembahkan karyaku padamuu..



“Jangan lupakan aku !”
Oleh elsa puspa silfia X-2

Hanyalah rintik hujan yang menemani ku dalam keheningan malam tanpa pancaran sinar rembulan. Dingin, sunyi, sepi. Itulah suasana saat ini, saat aku menginginkan kehangatan. Saat aku menginginkan hiburan sang bintang. Saat aku merindukan sentuhan hangat sinar rembulan. Suasana saat ini menarikku tenggelam kedalam lautan kenangan, tertegun dalam kenangan lampau yang sangat menyakitkan bagiku, membuatku kembali merasakan kerinduan mendalam. Sembilan tahun silam. 16 Oktober 2001, hari ulang tahun Raisa sahabatku. Saat aku berdiri disampingmu sahabatku, mendampingimu dalam suatu ruangan. Hunian insan yang teraniaya melawan kesakitan yang menggerogoti tubuhnya. Kadang ia menggerakan jarinya, membuatku merasa agak tenang. Tapi kadang ia diam membisu sangat mengkhawatirkanku.
Tiga tahun pun berlalu, Raisa, sahabatku, masih berbaring diatas tempat tidur yang menurutku sangat tidak nyaman bagi semua orang yang berbaring diatasnya. Tempat tidur rumah sakit. Kau masih belum membuka matamu, kau masih dalam keadaan koma, hidupmu masih dibantu dengan alat canggih rumah sakit. Setiap kali aku melihatmu, selalu berlinang air mata dipipiku. Selalu aku menangis, sampai suatu saat aku merasa telah kehabisan air mata. Tapi tak mungkin aku berhenti menangis begitu saja. Aku sedih, aku lara, aku kesepian, aku rindu, aku sangat rindu akan tawamu. Aku rindu bercanda gurau bersamamu. Aku rindu berbagi cerita bersamamu. Aku rindu akan segala yang ada dalam dirimu. Karena aku belum menemukan seseorang yang mempunyai jati diri sebaik dirimu. Itulah kalimat yang selalu kuucapkan kepadamu. Berharap kau mendengarnya.
Sampai pada suatu hari, aku serasa keajaiban menyelimuti hariku.


Dalam suatu pagi yang indah, suara ayam berkokok dengan riangnya, burung pipit bernyanyi tiada henti menyambut hari yang cerah. Perlahan kubuka mataku. Lalu tersenyum tanpa sebab. Menyambut hari yang lebih baik dari kemarin mungkin. Aku turun dari tempat tidur dalam keadaan yang tidak memungkinkan. “Blug” suara itu. Saking masih ngantuknya aku terjatuh terguling bersama selimut tebalku.  Berdirilah aku dengan langkah mantap menuju jendela kecil kamar tidurku, kubuka kaca jendelaku , sesaat kemudian aku menghirup udara segar pagi yang indah sambil merentangkan tanganku. Aku serasa hidup bebas terlepas dari segala beban yang memberatkan pikiranku. Bergegaslah segera aku ke kamar mandi sebelah kamar tidurku.  setelah aku keluar dari kamar mandi, “kring…kring…kring…” telepon rumahku berbunyi. Ibuku. “Ra, mamah mau ke Lampung bentar ko cuma satu minggu mamah kesana mau bareng papah ada urusan kantor mendadak banget, jaga diri ya “. “ ya mamaku sayang, ribet banget si mah , Zahra pasti jaga diri ko, Zahra kan udah gede, udah ya mamah ga usah khawatir, hati-hati ya mah, sampein salam aku ke papa dadah mamah”. Aku merasa bosan selalu hidup seperti ini. Temanku yang bisa kuajak ngobrol saat ini hanyalah laptopku. Link demi link ku telusuri. Sampailah aku pada suatu obrolan bersama seseorang yang belum aku kenal, Nanda namanya. Awalnya aku hanya melewati obrolan demi obrolan hanya untuk mencari hiburan semata. Sampai lama-kelamaan aku merasa nyaman dengannya. Aku serasa mendapatkan kembali bagian hidupku yang telah lama menghilang. Seiring berjalannya waktu, kamipun semakin dekat, dapatlah dikatakan sahabat. Sampai-sampai aku melupakan Raisa tanpa sadarku.
              
Suatu hari tepat di hari Sabtu, 16 Oktober 2010. Aku dan Nanda berjanji akan Nonton bareng dan jalan-jalan, aku juga berencana akan menginap di rumah Nanda.
             
 Setelah lelah jalan-jalan di seputar taman dekat perumahan Nanda, kita pun beristirahat sejenak di bawah pohon. Tiba-tiba telepon genggamku bergetar, tapi aku hanya menganggap itu sebagai sms yang bias di buka kapan saja, karena aku lelah aku biarkanlah bergetar. Tapi mulai ada kejanggalan saat telepon genggamku bergetar kembali. Kuangkat teleponku. Tertuliskan ‘mama raisa’.Benakku bertanya-tanya, ada apa mama raisa nelpon. Kutekan tombol hijau, lalu seseorang berbicara paniknya tanpa jeda. “Zahra, Raisa kritis kamu cepat kesini tante khawatir banget, tante ga ada temen disini.” Sejenak ku berpikir, aku menjerit dalam hati menyalahkan diri sendiri. Aku tak ingat hari ini hari ulangtahunnya Raisa, aku telah berjanji aku akan selalu disampingnya walau tidak setiap waktu tapi minimal pada hari bahagianya. Aku terpukul oleh diriku sendiri. Aku baru sadar selama ini aku telah melupakannya. Sesegeranya aku sadar dari pikiran penyesalanku yang mendalam. Tak peduli apa yang sedang terjadi di sekitarku, bahkan aku tak mendengar apapun selain suara janjiku pada Raisa dimasa lampau. Bahkan suara Nanda memanggilku pun ku tak dengar. Aku langsung bergegas ke rumah sakit tanpa pikir panjang. Sesampainya disana aku masuk ke ruangan Raisa, mama Raisa langsung memeluku membuatku mendekat ke Raisa. Aku terpukul melihatnya. Ia terkujur kaku memegang sehelai kertas berisikan. “Zahra, aku kangen sama kamu, kenapa kamu jarang nemuin aku lagi. Sebenernya aku udah sadar dari minggu lalu, tapi aku ga mau ngeganggu kamu sama temen baru kamu, setelah aku denger ada yang namanya nanda yang sering maen kerumah kamu. makasih ya udah mau temenan sama aku. Aku Cuma minta satu hal dari kamu. Jangan lupakan aku lagi ya.”
             
“jangan lupakan aku” itulah kata yang selalu terngiang dalam mimpiku. Penyesalan mendalam ini membuatku tak dapat berbuat apapun lagi. Akhirnya aku memutuskan untuk sekolah di luar negri karena aku tak sanggup harus tenggelam dalam lautan penyesalan yang sangat dalam. Melebihi dalamnya samudera mungkin.
             
 Tapi tenang, aku tak akan melupakanmu lagi, kamu selalu ada dihatiku Raisa. Tak akan yang akan menggantikanmu. Sementara itu Nanda pun meninggalkanku dalam sepi. Ia pergi tanpa pamit ke Australia. Raisa, aku pergi ya…
              
Suasana peristirahatan itu meninggalkan luka tajam dihatiku.
              
Aku sedih, hatiku hampa, hancur berkeping-keping air mataku yak bisa berhenti bertetes bila aku terus memandang nisan yang bertuliskan 




Raisa Mitha Amanda binti Solihin,
lahir 16 Oktober 1994,
wafat 16 Oktober 2010

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS